Jambi_Pusat Unggulan Iptek (PUI) Sistem Perubahan Lahan Universitas Jambi telah melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa advokasi internasional untuk percepatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi petani swadaya kelapa sawit. Kegiatan ini dilaksanakan di Koperasi Unit Desa Intan Jaya, Kecamatan Muara Papalik, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, pada hari Jumat, 22 November 2024, yang melibatkan berbagai pihak untuk mendukung pemberdayaan petani sawit swadaya melalui peningkatan kualitas dan standar sertifikasi/
Advokasi ini menghadirkan narasumber internasional, Prof. Alain Rival dari The French Agricultural Research Centre for International Development (CIRAD), dan narasumber nasional, Prof. Dr. Ir. Rosyani, M.S., yang merupakan bagian dari CoE PUI BLasTS Universitas Jambi. Kedua narasumber didampingi oleh Dr. Mirawati Yanita, S. P., MM sebagai penerjemah untuk memudahkan komunikasi dengan masyarakat setempat, serta tim PUI BLasTS yaitu.Dr. Forst. Bambang Irawan, S. P., M. Sc., IPU, Upik Yelianti, M. S. Ir. Gina Fauzia, S. P., M. Si., Ir. Aulia Farida, S.P, M.Si., Ir. Siti Kurniasih, S. P. M. Si., Zakiah, S. P., M. Si dan Hasna Ul Maritsa., S. Si., Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa, kepala desa, serta para petani sawit swadaya di Desa Intan Jaya.
Dalam pemaparannya, Prof. Alain Rival menekankan pentingnya sertifikasi ISPO bagi petani kelapa sawit untuk meningkatkan kualitas produksi dan daya saing hasil kebun di pasar internasional. Ia menjelaskan bahwa meskipun proses sertifikasi membutuhkan biaya awal, hal ini merupakan investasi jangka panjang yang memberikan berbagai manfaat seperti:
- Peningkatan Kualitas Produksi: Sertifikasi memastikan bahwa Tandan Buah Segar (TBS) dihasilkan dari bibit berkualitas unggul serta pengelolaan yang sesuai standar.
- Harga yang Lebih Kompetitif: Produk yang bersertifikat memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasar.
Ia juga menyoroti bahwa keberhasilan sertifikasi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk perangkat desa dan pemerintah. Dukungan ini meliputi penyediaan administrasi yang memadai, pencatatan yang rapi, hingga penyelesaian status kepemilikan lahan. Masalah kepemilikan lahan sering menjadi kendala utama dalam proses sertifikasi, sehingga diperlukan kerjasama kolektif untuk menyelesaikannya.
Lebih lanjut, Prof. Alain menegaskan pentingnya pemeliharaan kebun sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Bibit unggul, pemupukan yang tepat, serta pengelolaan lahan yang baik menjadi kunci untuk mencapai sertifikasi yang diakui baik di tingkat nasional maupun internasional. Prof. Dr. Rosyani, M.S. menambahkan bahwa sertifikasi ISPO merupakan bagian dari upaya meningkatkan keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia, khususnya di wilayah Jambi. “ISPO tidak hanya bermanfaat bagi petani dalam jangka panjang, tetapi juga menjadi langkah Selama kegiatan ini, perangkat desa juga menunjukkan komitmennya untuk mendukung para petani swadaya dalam proses sertifikasi. Mereka menyadari pentingnya peran administrasi desa dalam membantu penyelesaian dokumen, termasuk status kepemilikan lahan yang sering menjadi syarat utama dalam proses sertifikasi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mempercepat proses sertifikasi ISPO bagi petani swadaya kelapa sawit di Desa Intan Jaya. Dengan adanya kolaborasi antara petani, perangkat desa, pemerintah, dan dukungan internasional, sertifikasi ISPO diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan dan sosial di wilayah tersebut. Melalui kegiatan ini, PUI Sistem Perubahan Lahan Universitas Jambi kembali menegaskan komitmennya untuk memberdayakan petani lokal sekaligus mendukung transformasi positif dalam industri kelapa sawit di Indonesia.

